TVRINews, Lampung Timur
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung bergerak cepat menindaklanjuti informasi dari media serta laporan masyarakat mengenai dugaan pencemaran lingkungan di kawasan pesisir Kabupaten Lampung Timur.
Tim DLH langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi dengan menyisir sepanjang garis pantai di Desa Bandar Negeri dan Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil sidak di lapangan, Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Wawan Sah membenarkan adanya pencemaran di pesisir Lampung Timur.
Hal tersebut diperkuat dengan temuan petugas di lokasi berupa ceceran oil spill dengan karakter bulir-bulir hitam berminyak.

Namun, Wawan menegaskan bahwa sumber pencemaran masih memerlukan kajian yang lebih mendalam.
"Memang kita lihat ada beberapa titik. Namun, dari mana sumbernya itu perlu kajian lebih dalam. Apakah itu sumbernya dari Pertamina Hulu Energi atau dari aktivitas-aktivitas lain, misal dari kapal yang beraktivitas di sini seperti pencucian dan sebagainya," ujar Wawan usai melakukan sidak.
Dalam kesempatan tersebut, Wawan juga menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina Hulu Energi (PHE) terkait temuan oil spill di pesisir Lampung Timur.
Menurut Wawan, langkah ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada pipa yang bocor atau aus, sehingga kejadian serupa tidak terulang pada tahun-tahun mendatang.
"Mengingat fasilitas pipa bawah laut PHE telah dibangun sejak tahun 1968 (58 tahun) dan memiliki panjang bentangan mencapai sekitar 700 kilometer, DLH mendorong perusahaan untuk mengevaluasi kekuatan pipa serta melakukan peremajaan secara berkala," imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut dari hasil sidak ini, Wawan dan DLH Provinsi Lampung menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Dinas Kelautan guna merekomendasikan langkah-langkah perbaikan yang harus segera dilakukan oleh pihak perusahaan.
Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) menyatakan telah melakukan tindak lanjut dari laporan dari masyarakat nelayan mengenai temuan bulir-bulir hitam di wilayah pesisir Lampung Timur.
Penanganan langsung dilakukan guna memastikannya kondisi perairan dan lingkungan sekitar tetap terjaga dengan baik.
Laporan awal tersebut diterima dari para nelayan yang beraktivitas di perairan Muara Gading Mas dan Bandar Negeri, Kabupaten Lampung Timur.
Manager Communication Relations & CID Regional Jawa, Pinto Budi Bowo Laksono, mengonfirmasi bahwa penanganan laporan masyarakat ini menjadi prioritas Perusahaan.
Menanggapi informasi dari warga, tim dari PHE OSES segera diterjunkan ke area tersebut untuk melakukan pemantauan mendalam serta verifikasi lapangan.
Dia mengatakan, langkah koordinasi intensif juga langsung dijalankan bersama berbagai pihak terkait, demi menjaga keberlangsungan lingkungan pesisir.
"Begitu menerima laporan dari masyarakat nelayan, kami langsung bergerak cepat melakukan pemantauan di lapangan serta berkoordinasi erat dengan pihak-pihak terkait untuk memverifikasi kondisi lingkungan, baik di pesisir pantai maupun di sekitar fasilitas operasi kami," imbuh Pinto.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen terhadap perlindungan lingkungan hidup, PHE OSES tidak hanya fokus pada verifikasi teknis, tetapi juga mengambil langkah nyata di lapangan dengan menginisiasi kegiatan pembersihan di wilayah pesisir yang terdampak.
"Aksi pembersihan pantai ini dilaksanakan melalui kolaborasi sinergis antara PHE OSES dengan Pemerintah Desa setempat, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), para nelayan, serta elemen masyarakat sekitar," ujar dia.
Dalam kegiatan pembersihan tersebut, PHE OSES mengerahkan sejumlah personil lapangan serta menyiagakan berbagai peralatan dan sumber daya pendukung yang diperlukan.
Langkah ini diambil guna memastikan sisa-sisa bulir hitam dapat terangkat secara optimal dari pesisir pantai.
Pinto menambahkan bahwa PHE OSES akan terus membuka ruang komunikasi dengan warga dan secara berskala memantau perkembangan situasi di perairan Lampung Timur.
Perusahaan berjanji akan terus menindaklanjuti setiap masukan serta laporan dari masyarakat secara transparan.
"Kami berkomitmen penuh untuk terus mendukung upaya perlindungan lingkungan sekaligus menjaga keandalan operasi. Hal ini merupakan bagian tak terpisahkan dari penerapan prinsip operasi Perusahaan yang senantiasa selamat, aman, dan berkelanjutan," tandasnya.










