TVRINews, Lampung Timur
Bertahun-tahun menantikan perbaikan jalan, warga Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, akhirnya mengambil inisiatif membangun jalan lingkungan secara swadaya. Hingga Oktober 2026, pembangunan telah mencapai 8 kilometer dengan total anggaran sekitar Rp1,92 miliar.
Gerakan gotong royong tersebut mulai dirintis warga Dusun 6 pada Februari 2026. Inisiatif itu kemudian meluas ke wilayah lain dan kembali dilanjutkan pada Agustus 2026 dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Kepala Desa Sripendowo, Purn TNI Suyoto, mengatakan pembangunan secara swadaya dilakukan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur jalan di tengah keterbatasan anggaran dana desa.
“Dengan keterbatasan Dana Desa, kami mengucapkan terima kasih atas kekompakan warga dalam membangun desa secara swadaya,” ujar Suyoto, Minggu (11/10/2026).
Menurut Suyoto, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan jalan tetap berjalan. Warga memberikan kontribusi sesuai kemampuan ekonomi masing-masing keluarga, tanpa adanya kewajiban yang dipaksakan oleh pemerintah desa.
“Selaku pemerintahan desa, kami tidak memaksakan itu karena anggarannya besar. Takutnya ada masyarakat yang tidak mampu, jadi kami tidak memaksa,” ungkapnya.
Pembangunan Jalan Capai 8 Kilometer
Hingga Oktober 2026, pembangunan jalan telah terealisasi sepanjang 8 kilometer dari total target 11 kilometer. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 3 kilometer jalan yang perlu diselesaikan.
Suyoto menjelaskan, setiap gang yang dibangun memiliki panjang sekitar 100 meter dengan kebutuhan anggaran kurang lebih Rp24 juta. Berdasarkan perhitungan tersebut, pembangunan jalan sepanjang 8 kilometer diperkirakan telah menghabiskan dana Rp1,92 miliar.
Sementara itu, penyelesaian pembangunan untuk total 110 gang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2,64 miliar.
Besarnya kebutuhan biaya menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Namun, keterlibatan warga dalam pengumpulan dana dan pelaksanaan pembangunan membuat pengerjaan jalan dapat dilakukan secara bertahap.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Warga
Suyoto mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tetap menjaga semangat kebersamaan dalam membangun infrastruktur desa. Menurutnya, gerakan yang awalnya muncul dari satu dusun kini berkembang menjadi partisipasi bersama di wilayah lainnya.
“Masyarakat tetap semangat, kompak. Antusias sekali membangun desa, membangun dusun dengan anggaran swadaya murni dari masyarakat,” pungkasnya.
Pembangunan jalan secara swadaya tersebut menjadi bentuk keterlibatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur lingkungan. Pemerintah desa berharap pengerjaan dapat terus berlanjut hingga seluruh target jalan yang direncanakan selesai.










