TVRINews, Bandar Lampung
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga di Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, menyulap sebuah gang sepanjang sekitar 100 meter menjadi kawasan bernuansa Jepang.
Bunga sakura dan lampion berwarna merah putih dipasang menghiasi sepanjang gang. Dekorasi tersebut membuat suasana lingkungan terlihat berbeda sekaligus menambah semarak perayaan kemerdekaan. Konsep gang bernuansa Jepang ini digagas dan dikerjakan secara swadaya oleh warga dari empat RT, yakni RT 06, RT 07, RT 08, dan RT 09, Lingkungan 1, Kelurahan Surabaya.
Ide tersebut muncul secara spontan dengan memanfaatkan berbagai bahan dan properti yang sudah tersedia di lingkungan warga. Bunga sakura yang digunakan merupakan properti milik warga, sedangkan lampion diberi sentuhan warna merah dan putih sebagai simbol semangat kemerdekaan.
Pembuatan dekorasi dilakukan secara gotong royong. Warga tidak memiliki jadwal khusus dalam pengerjaannya. Saat memiliki waktu luang, warga berkumpul dan bersama-sama melanjutkan penataan gang.
Ketua RT 07, Mulyono, mengatakan konsep Jepang dipilih untuk memberikan suasana berbeda dalam memeriahkan lomba anak-anak pada perayaan 17 Agustus. Menurutnya, nuansa Jepang bukan menjadi tujuan utama. Warga tetap menonjolkan identitas kemerdekaan melalui dominasi warna merah putih.
“Karena di sini ada bunga sakura dan lampion, lampionnya ada merah putih. Bunga sakura ini kita dapatkan dari warga yang mempunyai properti tersebut. Daripada tidak dimanfaatkan, kita hias supaya lebih meriah,” kata Mulyono kepada tvrinews.com, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, dekorasi tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat dari empat RT dengan panjang gang yang dihias sekitar 100 meter. Selain memperindah lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kekompakan dan kebersamaan warga.
“Ini swadaya masyarakat. Jadi kita kerja sama membina masyarakat supaya guyub. Kita sebagai RT mengayomi masyarakat dan menjadi contoh bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, warga bernama Ahmad Yani mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam mewujudkan dekorasi tersebut. Menurutnya, ide membuat gang bernuansa Jepang muncul secara mendadak. Setelah disepakati bersama, warga kemudian bergotong royong menyiapkan dan memasang berbagai dekorasi.
“Ini idenya secara mendadak. Kebetulan kita bahas, sudah ada, kemudian untuk pelaksanaan secara swadaya dengan warga. Kita kompak dan akhirnya terlaksanalah seperti ini,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan, bunga sakura dipilih untuk memberikan kesan semarak dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Warga berharap konsep serupa dapat terus dikembangkan pada perayaan tahun-tahun berikutnya. Bahkan, mereka berencana menghadirkan konsep dekorasi yang berbeda dengan tetap memanfaatkan potensi dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Bagi warga, menghias gang bukan sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan dalam merayakan kemerdekaan.










