TVRINews, Lampung
Pusat Kesehatan TNI Angkatan Udara (Puskes AU) TNI AU menggelar simulasi evakuasi medis menggunakan ambulans udara di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada 22–23 September 2026.
Latihan ini menguji penanganan pasien darurat sekaligus evakuasi korban bencana, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Dalam simulasi tersebut, TNI AU mengerahkan empat armada udara, terdiri atas dua helikopter Colibri, satu helikopter Caracal, dan satu pesawat Cassa.
Tiga helikopter diterbangkan menuju titik penjemputan pasien yang telah ditentukan tim penyelamat. Pasien kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit M. Thohir Krui untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sementara itu, pesawat Cassa disiagakan di Bandara M. Taufik Kiemas. Pesawat tersebut dipersiapkan untuk melakukan rujukan pasien darurat dari Pesisir Barat menuju fasilitas kesehatan dengan layanan yang lebih lengkap di Bandar Lampung.
Kepala Puskes AU Marsda TNI Roikhan Harowi mengatakan ambulans udara diperlukan untuk mempercepat akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil dan terluar.
Menurut Roikhan, kondisi geografis Indonesia yang luas serta tingginya potensi bencana membutuhkan kesiapan sistem evakuasi medis melalui jalur udara.
“Kecepatan evakuasi para pasien menjadi salah satu hal yang disimulasikan dalam kegiatan ini,” ujar Roikhan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat Tedi Zadmiko mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mempersiapkan aspek teknis dalam menghadapi kondisi darurat dan bencana.
Menurut dia, pemerintah daerah dapat memetakan kondisi wilayah, termasuk menentukan titik-titik evakuasi di darat yang dapat mendukung proses penanganan korban.
“Persiapan, baik penjagaan maupun teknis dalam rangka menghadapi bencana, kemudian kita juga bisa melihat keadaan wilayah kita, misalnya titik evakuasi di darat, sehingga kita bisa melakukan persiapan-persiapan,” kata Tedi.
Simulasi ini diharapkan memperkuat koordinasi antara unsur kesehatan, tim penyelamat, pemerintah daerah, dan TNI AU dalam menghadapi kondisi darurat, terutama ketika akses evakuasi melalui jalur darat mengalami kendala.










