TVRINews, Lampung Timur
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI Wilayah Lampung Timur menggelar forum dialog dan penyerapan aspirasi bersama warga Desa Braja Yekti.
Pertemuan ini berfokus pada dinamika hubungan antara masyarakat sekitar dan pengelola kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Dalam forum tersebut, berbagai cerita dan keluhan masa lalu bermunculan. Salah satu warga Dusun 1 Desa Braja Yekti, Kalimi, membagikan pengalamannya saat berurusan dengan petugas kawasan pada tahun 1999 silam akibat terdesak kebutuhan ekonomi.
Kalimi menceritakan kisahnya yang sempat diamankan menggunakan gajah hingga diproses oleh pihak berwajib.
"Saya mohon dengan sangat, petugas jangan sampai nempeleang (memukul) warga. Kami sudah mengakui kalau kami salah. Pengalaman ini jangan sampai ditiru oleh warga lainnya," ujar Kalimi di hadapan warga dan tim Satgas, Rabu, 2 September 2026.
Warga menyuarakan agar pendekatan hukum dan penertiban kawasan dilakukan melalui pola pembinaan humanis.
Menurut warga, tindakan represif atau kekerasan fisik justru memicu rasa dendam yang dalam beberapa kasus berisiko memicu aksi pembalasan, seperti pembakaran hutan.
Sebaliknya, pembinaan yang disertai penyelesaian masalah ekonomi terbukti lebih efektif membuat masyarakat tidak mengulangi pelanggaran.
Menanggapi penyampaian tersebut, Wakil Ketua Satgas Karhutla Mabes TNI Khusus Wilayah Lampung Timur, Kolonel Adm Basuki Apriyadi mengapresiasi keterbukaan warga dalam menyampaikan fakta riil di lapangan.
Pihaknya memastikan akan menjembatani aspirasi masyarakat agar fungsi perlindungan hutan dan kesejahteraan warga dapat berjalan seimbang.
Melalui dialog interaktif ini, Satgas Karhutla Mabes TNI berharap komunikasi antara instansi pengelola TNWK, aparat penegak hukum, dan warga penyangga dapat terus terjalin harmonis guna mencegah potensi kebakaran hutan sekaligus mengentaskan permasalahan sosial ekonomi warga.
"Jadi pada prinsipnya, seluruh aspirasi masyarakat Desa Brajayekti yang disampaikan hari ini oleh kami Satgas Karhutla Mabes TNI khusus Wilayah Lampung Timur, akan kami sampaikan kepada pimpinan di pusat," tegas Kolonel Adm Basuki Apriyadi.









