TVRINews, Lampung
Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Lampung yang masih menyisakan 100,7 hektare lahan terbakar hingga Minggu, 23 Agustus 2026.
Fokus pemadaman diarahkan ke kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dengan mengerahkan Tim Alfa dari TNI. Tim tersebut disiapkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten Kristomei Sianturi mengatakan Mabes TNI telah menyiagakan personel khusus untuk mendukung penanganan karhutla di kawasan tersebut.
"TNI telah menyiagakan Tim Alfa, yakni satuan kecil yang dibentuk untuk menjalankan misi taktis di medan berat dalam penanggulangan bencana," ujar Kristomei, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut Kristomei, Tim Alfa memiliki kemampuan mobilitas tinggi untuk menjangkau wilayah yang terisolasi. Personel tim juga memiliki kemampuan penerjun freefall untuk menembus kawasan yang sulit dijangkau.
"Tim ini didukung oleh personel yang berkemampuan sebagai penerjun freefall (terjun bebas militer) guna menembus wilayah-wilayah yang terisolasi atau sulit dijangkau," katanya.
Dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla secara daring, Presiden Prabowo menilai dukungan dua helikopter water bombing yang didatangkan dari Palembang dan Jawa Timur belum mencukupi kebutuhan di lapangan.
Presiden Prabowo kemudian memutuskan untuk menambah kekuatan armada udara serta meningkatkan bantuan peralatan pemadaman di darat guna mempercepat proses pemadaman dan pendinginan lahan.
Saat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan kebutuhan 10 unit pompa air untuk menjangkau lokasi yang jauh dari kanal, Presiden Prabowo langsung menambah jumlah bantuan tersebut menjadi 20 unit.
"Berapa yang Anda perlu?" tanya Presiden Prabowo.
"10, Pak Presiden," jawab Mirzani.
"Ya, bagus. Saya kirim 20," tegas Presiden Prabowo.
Kristomei mengapresiasi respons pemerintah pusat terhadap penanganan karhutla di Lampung.
"Kami, atas nama masyarakat Lampung, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada Provinsi Lampung," ujarnya.
Percepatan penanganan karhutla di TNWK menjadi penting karena kawasan tersebut merupakan habitat gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus).
Petugas terus memantau 11 kelompok gajah liar. Kelompok gajah yang berada paling dekat dengan lokasi kebakaran berjarak sekitar 27 kilometer. Sementara itu, gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah (PKG), sekitar delapan kilometer dari lokasi kebakaran, dipastikan masih dalam kondisi aman.
Kementerian Kehutanan juga menyatakan belum ada gajah yang terdampak langsung oleh kebakaran.
Kristomei mengatakan aspek perlindungan habitat satwa menjadi salah satu perhatian dalam koordinasi penanganan karhutla bersama Presiden.
"Demi kelangsungan habitat Gajah Sumatera serta keamanan permukiman, perkebunan, dan lahan pertanian warga, kami telah mendapatkan bantuan peralatan pendukung lainnya," tuturnya.
Karhutla di kawasan tersebut didominasi vegetasi alang-alang sehingga penanganannya memiliki tantangan tersendiri. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan telah berhasil dipadamkan.
Pemerintah juga terus menyiagakan posko gabungan di perbatasan sejumlah desa yang bersinggungan langsung dengan kawasan TNWK. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran api sekaligus melindungi permukiman warga.
Presiden Prabowo meminta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung bersama TNI dan Polri tetap meningkatkan kewaspadaan hingga kondisi benar-benar stabil.
"Jaga wilayahmu, jaga kampung halamanmu. Cuaca tidak bersahabat sementara, tetapi bisa kita atasi," pesan Prabowo.









