TVRINews, Lampung
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah titik di wilayah perbatasan Kabupaten Tulang Bawang dan Mesuji, Lampung. Lebih dari 100 hektare lahan perkebunan kelapa sawit dan semak belukar dilaporkan terbakar. Untuk membantu proses pemadaman, pesawat water bombing milik perusahaan dikerahkan guna menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.
Kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat dan merembet ke area perkebunan kelapa sawit milik PT Sumber Indah Perkasa yang beroperasi di wilayah perbatasan kedua kabupaten tersebut. Cuaca panas dan kondisi semak belukar yang mudah terbakar diduga mempercepat penyebaran api.
Upaya pemadaman dilakukan oleh pihak perusahaan bersama petugas pemadam kebakaran dan warga setempat. Sejumlah mobil pemadam kebakaran beserta peralatan pendukung dikerahkan untuk mengendalikan api di beberapa titik. Selain melalui jalur darat, pesawat water bombing milik perusahaan turut dioperasikan untuk menjangkau area yang sulit diakses petugas.

Humas PT Sumber Indah Perkasa, Ardi, mengatakan perusahaan telah berkomitmen melakukan upaya pencegahan karhutla setiap tahun. Persiapan dilakukan melalui apel siaga serta koordinasi dengan sejumlah desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurut Ardi, perusahaan telah menyiapkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran, sejumlah pompa jinjing, serta pompa alkon untuk mendukung pemadaman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
“Perusahaan ini sudah berkomitmen setiap tahunnya untuk pencegahan karhutla. Setiap tahunnya perusahaan melakukan apel siaga persiapan dengan melibatkan beberapa desa. Kami sudah mempersiapkan tujuh unit mobil damkar, beberapa pompa jinjing, dan pompa alkon untuk lokasi yang sulit dijangkau mobil damkar,” ujar Ardi.
Ia menambahkan, pemadaman dilakukan di sejumlah titik dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran dan mendapat bantuan dari pesawat pemadam milik perusahaan.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, proses pemadaman masih menghadapi kendala keterbatasan sumber air. Sejumlah saluran irigasi yang biasanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air perkebunan dilaporkan mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut memaksa petugas dan pihak perusahaan mengambil air dari sungai yang berjarak cukup jauh dari titik kebakaran. Keterbatasan sumber air ini menjadi salah satu tantangan dalam upaya mengendalikan api di lokasi terdampak.
Hingga kini, asap tebal masih menyelimuti sejumlah titik kebakaran. Petugas bersama pihak perusahaan dan warga setempat terus melakukan pemadaman untuk mengendalikan api serta mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.










