TVRINews, Lampung
Menyusutnya debit Sungai Way Kerap di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menyebabkan sekitar 100 hektare lahan persawahan tidak dapat digarap. Kondisi ini dipicu musim kemarau berkepanjangan yang membuat pasokan air untuk kebutuhan pertanian semakin terbatas.
Menanggapi keluhan petani, anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Buyung Alamsyah, meninjau langsung kondisi Sungai Way Kerap. Berdasarkan laporan yang diterimanya, penyusutan debit air sungai telah berlangsung selama lima bulan terakhir.
Di sejumlah titik, aliran sungai bahkan nyaris terputus. Kondisi tersebut menyulitkan petani mendapatkan air untuk mengolah lahan persawahan sehingga aktivitas pertanian terganggu.
Buyung menilai normalisasi Sungai Way Kerap perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, sungai tersebut tidak hanya mengalami penyusutan debit saat kemarau, tetapi juga kerap meluap ketika musim hujan hingga menyebabkan banjir yang merendam permukiman dan lahan pertanian.
Selain normalisasi, Buyung menyatakan akan mengoordinasikan aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah dan dinas terkait, termasuk permintaan bantuan mesin pompa air atau alkon untuk membantu memenuhi kebutuhan air petani.
“Kalau terkait permintaan masyarakat mengenai mesin alkon, tetap kita dukung. Nanti akan kita coba koordinasikan dengan dinas terkait. Apa yang menjadi permintaan masyarakat tentu akan kita dukung, terutama melalui pemerintah dan dinas terkait,” ujar Buyung.
Meski demikian, ia menegaskan normalisasi sungai perlu diprioritaskan untuk mengantisipasi potensi banjir saat musim hujan. Menurutnya, kondisi aliran sungai yang tidak tertangani dapat menimbulkan dampak serius ketika debit air meningkat.
“Prioritas yang saya lihat dari laporan masyarakat adalah normalisasi sungai. Dampaknya bisa sangat fatal ketika banjir, jika aliran sungai tidak mampu menampung air. Harapan saya, Bupati Tanggamus, Bapak Drs. H. Saleh Asnawi, bersama dinas terkait dapat mendukung agar apa yang diharapkan masyarakat, khususnya Pekon Mekar Jaya, bisa segera direalisasikan,” katanya.
Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Tanggamus segera menindaklanjuti persoalan tersebut melalui normalisasi sungai dan penyediaan bantuan pompa air. Langkah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air pertanian sekaligus mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Penanganan Sungai Way Kerap dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Tanggamus.










