TVRINews, Lampung
Gema takbir yang berkumandang di berbagai wilayah Lampung menjadi penanda semangat berbagi yang diusung Kodam XXI/Radin Inten pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Melalui kegiatan kurban, Kodam XXI/Radin Inten menyalurkan puluhan hewan kurban kepada masyarakat di sejumlah wilayah Lampung dan Bengkulu sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, memimpin langsung penyaluran hewan kurban tersebut. Sebanyak 21 hewan kurban yang terdiri dari 17 ekor sapi dan empat ekor kambing didistribusikan melalui satuan Batalyon Teritorial Pembangunan di berbagai daerah.
“Perayaan Iduladha 1447 Hijriah hari ini kami menyalurkan 21 hewan kurban yang terdiri dari 17 ekor sapi dan empat ekor kambing yang didistribusikan ke sejumlah Batalyon Teritorial Pembangunan di Lampung dan Bengkulu,” ujar Kristomei di Bandar Lampung.
Ia menjelaskan, distribusi hewan kurban dilakukan ke sejumlah wilayah, di antaranya Lampung Timur, Tanggamus, Pesisir Barat, Anak Tuha, Way Tuba, Kotabumi, hingga beberapa daerah di Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, penyaluran hewan kurban melalui satuan teritorial dipilih karena batalyon di daerah merupakan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Momentum ini tentunya menjadi sarana untuk lebih mendekatkan Batalyon Teritorial Pembangunan kepada masyarakat sekitar,” katanya.
Kristomei menambahkan, kegiatan kurban juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang selama ini dijalankan jajaran Kodam XXI/Radin Inten.
“Harapannya menjadi titik acuan dalam rangka melakukan pembinaan teritorial kepada masyarakat tentang berbagi dan membantu sesama masyarakat di wilayah masing-masing,” lanjutnya.
Sebelum proses penyembelihan hewan kurban dilakukan, ratusan prajurit bersama masyarakat sekitar terlebih dahulu melaksanakan Salat Iduladha di Lapangan Makodam XXI/Radin Inten.
Salat Id dipimpin imam dan khotib Ustadz Mirza Fahlefi yang dalam khutbahnya mengajak jamaah meningkatkan iman dan takwa demi pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kristomei menegaskan, nilai utama dari ibadah kurban adalah keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Dengan berkurban, intinya tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian antarsesama sehingga harapannya kita bisa berbagi rasa dan berbagi rezeki kepada masyarakat,” pungkasnya.










