TVRINews, Lampung
Kasus kebakaran di Kota Bandar Lampung mencapai 157 kejadian sepanjang Agustus hingga Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 118 kasus di antaranya merupakan kebakaran lahan yang diduga dipicu oleh aktivitas manusia.
Tingginya angka kebakaran tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandar Lampung, terlebih di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, khususnya di area lahan kering.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan bahwa kebakaran lahan mendominasi kasus kebakaran yang terjadi selama tiga bulan terakhir.
Berdasarkan data Damkarmat, kebakaran lahan mencapai hampir 75 persen dari total kejadian kebakaran di Kota Bandar Lampung pada periode tersebut.

(Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan. [Foto: TVRI Lampung/Alvian])
"Dari 157 kejadian kebakaran, mayoritas merupakan kebakaran lahan. Dalam kurun waktu tiga bulan, tercatat sebanyak 118 kejadian kebakaran lahan," ujar Anthoni, dikutip Jumat, 16 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, terdapat lima kecamatan dengan frekuensi kebakaran tertinggi. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Teluk Betung Pusat, Sukabumi, Kemiling, Sukarame, dan Teluk Betung Timur.
Menurut Anthoni, kebakaran lahan berpotensi dipicu oleh aktivitas manusia, seperti membakar sampah sembarangan tanpa pengawasan serta membuang puntung rokok yang masih menyala.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran selama musim kemarau.
Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan, terutama jika tidak disertai pengawasan dan pengamanan yang memadai. Masyarakat juga diingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan lahan kering yang mudah terbakar.
Sebagai alternatif, warga yang memiliki sampah untuk diangkut dapat menghubungi petugas kebersihan atau pamong setempat. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kebiasaan membakar sampah yang berisiko memicu kebakaran.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan dengan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.
Upaya tersebut diharapkan mampu menekan angka kebakaran sekaligus mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar di wilayah Kota Bandar Lampung.










