TVRINews, Lampung
Ratusan sekolah di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, menerima bantuan perbaikan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat pada tahun anggaran 2026.
Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar (KBM) dipastikan tetap berjalan. Di beberapa titik, rumah warga bahkan dimanfaatkan sebagai ruang kelas sementara.
Kondisi tersebut salah satunya terlihat di SD Negeri 3 Gantimulyo, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. Seluruh bangunan sekolah yang sedang dirombak membuat para siswa harus menumpang belajar di rumah-rumah warga sekitar.
Ruang tamu hingga halaman depan rumah dimanfaatkan sebagai tempat belajar agar siswa tidak ketinggalan pelajaran. Sedikitnya terdapat tiga rumah warga yang disewa atau dipinjamkan sebagai ruang kelas sementara.
Pemilik rumah, Uuk Suhardianto, menceritakan bahwa warga berinisiatif menyediakan tempat seadanya demi kelangsungan pendidikan anak-anak di desa mereka.
“Karena ada pembangunan sekolah yang sedang dikerjakan dan ruangannya belum bisa ditempati, kami sebagai warga menyediakan tempat ala kadarnya untuk para siswa agar tetap bisa belajar seperti biasa,” ujar Uuk.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Timur Gunadi menyebutkan bahwa program revitalisasi tahun 2026 menyasar sebanyak 151 sekolah.
Bantuan ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Kelompok Bermain (Kober), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Gunadi menegaskan bahwa perbaikan fisik sekolah tidak boleh menghentikan proses transfer ilmu kepada para siswa.
“Pembelajaran terhadap siswa harus tetap berjalan dengan baik. Jangan sampai proses pembelajaran ini terpengaruh atau bahkan tidak bisa berjalan,” kata Gunadi.
Mengenai mekanisme KBM selama masa pembangunan, Gunadi menjelaskan bahwa pengaturannya diserahkan kepada pihak sekolah masing-masing karena belum ada ketentuan khusus yang mengatur secara eksplisit.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menargetkan seluruh pekerjaan revitalisasi 151 sekolah tersebut rampung pada akhir Desember 2026.










