TVRINews, Lampung Timur
Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI mengajak masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, untuk aktif berpartisipasi memutus rantai kebakaran hutan yang terus berulang.
Upaya pencegahan ini menjadi instruksi langsung pemerintah pusat guna menghentikan ancaman kerusakan lingkungan dan menjaga nama baik Indonesia di mata internasional.
Ketua Satgas Karhutla Mabes TNI Khusus Lampung Timur, Brigjen TNI Tommy Arief Susanto, melalui perwakilannya Laksamana TNI Bambang Darmono, menekankan bahwa masalah Karhutla dalam kurun 10 tahun terakhir kian memprihatinkan karena intensitas dan cakupan wilayah terdampaknya yang terus membesar.
"Pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden, menaruh perhatian sangat besar atas Karhutla yang berulang ini. Jika dulu dampaknya lokal, sekarang berita kebakaran menyebar ke mana-mana hingga kredibilitas negara kita dipertaruhkan karena dianggap kurang mampu menanggulanginya," tegas Laksamana TNI Bambang Darmono, Jumat, 4 September 2026.
Pihak TNI mengingatkan bahwa keberadaan hutan di Indonesia termasuk kawasan TNWK memiliki peran vital di tingkat dunia sebagai penahan laju pemanasan global (global warming) dan penyangga udara bersih, bersanding dengan Hutan Amazon di Brasil.
Dampak kerusakan hutan saat ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya melalui pola perubahan musim yang semakin sulit diprediksi.
"Es di kutub mulai mencair dan musim makin sulit kita prediksi. Tahu-tahu kita bilang kemarau malah hujan, atau sebaliknya hujan tapi kemaraunya sangat panjang. Ini semua teguran bagi kita manusia untuk lebih mensyukuri dan menjaga kelestarian alam," jelasnya.
Guna menghentikan siklus tahunan ini, TNI menegaskan perlunya kolaborasi erat antara warga desa penyangga, pemerintah daerah, dan unsur aparat.
Masyarakat diimbau untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar serta aktif dalam mengawasi lingkungan sekitar dari potensi munculnya titik api.
"Ke depan, kita harus bekerja sama, saling berpartisipasi aktif, dan saling bantu membantu agar kejadian ini tidak terus berulang. Menjaga bumi tempat tinggal kita adalah tanggung jawab bersama demi kenyamanan hidup kita sendiri dan generasi mendatang," pungkasnya.










