TVRINews, Lampung Timur
PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sribawono menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait minimnya infrastruktur dan rendahnya kualitas pasokan arus listrik di Desa Braja Dewa, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur.
Langkah tersebut diambil guna memastikan seluruh lapisan masyarakat di wilayah kerja PLN ULP Sribawono mendapatkan pelayanan kelistrikan yang optimal dan merata.
"Sebelumnya laporan belum ada, ketika ada laporan seperti ini pasti kita tindaklanjuti," kata Team Leader Teknik PLN ULP Sribawono, Adi Abdul Aziz, Selasa, 29 September 2026.
Pihaknya juga telah mengonfirmasi kebenaran infrastruktur listrik di Desa Braja Dewa masih menggunakan bambu serta pohon sebagai penopang dan akan menggantinya dengan tiang beton permanen.
Untuk itu, warga melalui pemerintah desa diminta mengajukan proposal bantuan pemasangan tiang listrik permanen maupun penambahan daya ke ULP PLN Sribhawono, untuk selanjutnya diteruskan ke PLN Pusat agar segera terealisasi.
"Secara prosedur kita bisa tinjau lapangan setelah ada proposal masuk ke PLN kita, selanjutnya kita survei," terangnya.
Pemukiman yang belum tersentuh pembangunan infrastruktur kelistrikan secara memadai tersebut di Desa Braja Dewa, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, yang dikenal warga setempat dengan sebutan Klapis Ireng.
Jalur Klapis Ireng memiliki panjang lintasan sekitar satu kilometer yang dihuni sedikitnya 30 Kepala Keluarga (KK) yang hingga saat ini masih menggantungkan kebutuhan daya listrik bulanan mereka pada jaringan swadaya yang terbatas atas inisiatif warga sejak 26 tahun lalu.
Proses tindak lanjut ini diharapkan dapat menyelesaikan persoalan pasokan arus listrik yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Selain itu, PLN juga berkomitmen menghadirkan solusi jangka panjang agar akses energi listrik yang aman dan andal dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok desa.










