TVRINews, Bandar Lampung
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus menggenjot percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Lampung Raya. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal IV 2028.
Akselerasi proyek tersebut dibahas dalam rapat khusus di Ruang Sakai Sembayan, Kompleks Kantor Gubernur Lampung. Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal serta dihadiri perwakilan Danantara, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Timur, dan Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa terpilihnya Lampung sebagai salah satu lokasi PSN merupakan amanah sekaligus wujud keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bernilai energi.
Pada tahap awal pembangunan, fokus utama pemerintah diarahkan pada pematangan lahan serta perbaikan infrastruktur penunjang. Lokasi proyek dipusatkan di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.
Pemprov Lampung memastikan intervensi anggaran dilakukan melalui APBD Perubahan untuk mempercepat pematangan lahan. Selain itu, pengerjaan akses jalan sepanjang 1,7 kilometer menuju lokasi proyek dijadwalkan mulai dieksekusi bulan ini.
“Untuk akses jalan itu sudah teranggarkan dan sudah dieksekusi nanti di bulan ini juga. Tahap pertama adalah memastikan lahan sudah [siap], kemudian pematangan lahan ini yang sedang kita pastikan karena butuh anggaran, maka di APBD Perubahan ini kita alokasikan,” ujar Sekda Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Selasa, 11 Agustus 2026.
Seluruh kesiapan teknis dan administratif ditargetkan tuntas pada akhir 2026.
Berbagai aspek pendukung juga tengah dimatangkan, termasuk kepastian rantai pasok (supply chain) sampah dari kabupaten/kota penyangga, volume produksi harian, serta keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Pihak Danantara selaku pendamping proyek menekankan bahwa pencapaian groundbreaking yang direncanakan pada Desember mendatang merupakan prasyarat mutlak agar target operasional pada 2028 dapat tercapai tepat waktu.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, konstruksi fisik secara menyeluruh ditargetkan dapat dimulai pada awal 2027.








