TVRINews, Lampung
Puluhan hektare lahan perkebunan tebu milik PT Bina Nusa Indah Lampung (BNIL) di Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, terbakar pada Senin sore.
Kebakaran terjadi di Blok 24 perkebunan tebu. Api dengan cepat membesar dan merambat akibat kondisi daun tebu serta semak yang kering, ditambah tiupan angin yang cukup kencang.
Sebanyak lima unit kendaraan pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dan perusahaan dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman juga melibatkan personel kepolisian dan karyawan perusahaan.
Petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman, salah satunya jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran. Kencangnya tiupan angin juga menyebabkan api sulit dikendalikan dan terus merambat ke area perkebunan.
Hingga Senin malam, kobaran api masih terlihat di sejumlah titik. Petugas Polsek Banjar Agung bersama tim pemadam dan karyawan perusahaan tetap bersiaga di lokasi untuk mencegah api merambat ke arah permukiman warga.
Karyawan PT BNIL, Yunus, mengatakan kebakaran terjadi di sekitar enam titik. Menurutnya, perusahaan mengerahkan personel dari setiap divisi untuk membantu proses pemadaman.
“Kalau titiknya ada enam titik. Untuk personel, setiap divisi kita terjunkan semua. Setiap divisi ada sekitar 15 orang,” ujar Yunus.
Yunus memperkirakan luas lahan perkebunan tebu yang terbakar mencapai sekitar 50 hektare.
“Kurang lebih 50 hektare,”ucapnya.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan di sekitar semak belukar. Kondisi semak dan daun tebu yang kering serta angin kencang diduga membuat api cepat membesar dan meluas.
Petugas gabungan masih melakukan pendinginan dan pemantauan di lokasi guna mencegah munculnya kembali titik api serta mengantisipasi kobaran api mendekati permukiman warga.










