TVRINews, Lampung
Setelah empat hari mengikuti pembelajaran secara daring akibat paparan abu vulkanik, siswa di sejumlah sekolah di Kabupaten Lampung Selatan kembali menjalani pembelajaran tatap muka. Pada hari pertama masuk sekolah, siswa diimbau menggunakan masker untuk mengantisipasi sisa abu vulkanik di lingkungan sekitar.
Aktivitas belajar mengajar secara langsung kembali berlangsung di SD Negeri 2 Way Huwi, Lampung Selatan. Sejak pagi, para siswa berdatangan dan mengikuti pembelajaran di ruang kelas seperti biasa.
Sebelumnya, selama empat hari kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring dari rumah masing-masing. Meski pembelajaran berlangsung jarak jauh, guru dan tenaga kependidikan tetap hadir di sekolah untuk memastikan kegiatan belajar berjalan sesuai jadwal.
Selama masa pembelajaran daring, pihak sekolah juga melakukan pembersihan lingkungan secara rutin. Sisa abu vulkanik yang berada di halaman maupun sejumlah bagian sekolah dibersihkan setiap hari sebagai persiapan sebelum siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.
Memasuki hari pertama pembelajaran langsung, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 2 Way Huwi berjalan relatif normal. Tidak ditemukan kendala berarti yang mengganggu proses pembelajaran.
Meski demikian, pihak sekolah tetap meminta siswa menggunakan masker selama beraktivitas. Sekolah juga menyediakan masker bagi siswa yang tidak membawanya dari rumah.
Kepala SD Negeri 2 Way Huwi, Altin Muharda Munir, mengatakan kesiapan lingkungan sekolah menjadi perhatian utama sebelum pembelajaran tatap muka kembali digelar.
Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah tetap nyaman dan mendukung aktivitas belajar siswa.
“Harapan kami semoga ke depannya musibah ini cepat berlalu,” ujar Altin.
Pihak sekolah berharap kondisi lingkungan segera kembali normal sehingga kegiatan pendidikan dapat berlangsung secara optimal tanpa gangguan akibat sisa abu vulkanik.










