TVRINews, Lampung
Warga Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, hingga kini masih harus bersabar menggunakan akses Jalan Seranggas yang terputus akibat longsor yang terjadi sekitar setahun lalu. Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Pekon Hanakau dan Tanjung Raya menuju pusat perekonomian di Pasar Liwa. Selain menjadi jalur aktivitas masyarakat, jalan ini juga digunakan pelajar untuk menuju sekolah.
Belum adanya perbaikan permanen membuat warga berinisiatif melakukan gotong royong. Dengan dana swadaya, masyarakat menimbun bagian jalan yang amblas menggunakan karung berisi tanah serta kayu seadanya. Upaya tersebut akhirnya membuat jalur sementara dapat kembali dilalui sepeda motor dan mobil dengan muatan ringan. Namun, kendaraan besar seperti truk hingga kini belum dapat melintas.
Kondisi ini menjadi perhatian karena Jalan Seranggas memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat, sekaligus menjadi penghubung antarkawasan menuju Pasar Liwa.
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan penanganan darurat terhadap ruas jalan tersebut.
Menurut Parosil, pembangunan jalan dan jembatan secara permanen akan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah pada 2027. Pembiayaan akan diupayakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun bantuan dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Pada prinsipnya kita sangat menyadari ruas jalan itu sangat strategis dan sangat dibutuhkan oleh anak-anak sekolah, termasuk masyarakat dalam rangka meningkatkan kebutuhan," kata Parosil, dikutip Selasa, 29 September 2026.
Ia menjelaskan, Jalan Seranggas memiliki fungsi penting karena menjadi konektivitas antara Pekon Hanakau, Tanjung Raya, hingga Kelurahan Pasar Liwa.
"Memang itu konektivitas antara Pekon Hanakau, Tanjung Raya, dan juga Kelurahan Pasar Liwa, yang notabene Pasar Liwa adalah pusat daripada perekonomian yang ada di Kabupaten Lampung Barat," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyatakan akan mengupayakan sumber pendanaan untuk merealisasikan pembangunan permanen, sehingga akses masyarakat dapat kembali normal dan kendaraan dengan kapasitas lebih besar dapat melintas.










