TVRINews, Lampung Selatan
Sejumlah Jemaah Umrah Asal Lampung Terpaksa Menempuh Perjalanan Darat Dan Laut Setelah Penerbangan Dari Bandara Radin Inten II Menuju Jakarta Dibatalkan Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Para Jemaah Memilih Melanjutkan Perjalanan Menggunakan Kendaraan Darat Menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Dari Pelabuhan Tersebut, Mereka Kemudian Menyeberang Menggunakan Kapal Feri Menuju Pulau Jawa Untuk Mengejar Jadwal Penerbangan Ke Arab Saudi Dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Salah Satu Rombongan Jemaah Berasal Dari Bandar Jaya, Lampung Tengah, Dan Tulang Bawang. Mereka Dijadwalkan Tiba Di Bandara Soekarno-Hatta Pada Minggu Sore Untuk Bergabung Dengan Rombongan Jemaah Lainnya.
Namun, Rencana Perjalanan Berubah Setelah Penerbangan Dari Bandara Radin Inten II Menuju Jakarta Dibatalkan. Para Jemaah Yang Sebelumnya Sempat Menunggu Di Bandara Akhirnya Memutuskan Menggunakan Jalur Darat Dan Laut. Keputusan Tersebut Diambil Karena Para Jemaah Berpacu Dengan Waktu. Jadwal Penerbangan Menuju Arab Saudi Dari Bandara Soekarno-Hatta Telah Menanti Sehingga Mereka Harus Segera Melanjutkan Perjalanan.
Selain Terkendala Waktu, Jemaah Juga Mengeluhkan Minimnya Informasi Awal Mengenai Penutupan Operasional Bandara Radin Inten II. Salah Seorang Pengelola Agen Travel Umrah, Rahmawati, Mengatakan Pihaknya Tidak Mendapatkan Pemberitahuan Sejak Awal Mengenai Penutupan Bandara Dan Kemungkinan Pembatalan Penerbangan.
"Nggak Ada Pemberitahuan. Tadi Saya Ke Sini Nggak Ada Pemberitahuan. Ada Kemungkinan Penundaan, Nggak Tahu," ujar Rahmawati, Senin, 7 September 2026.
Menurutnya, Rombongan Telah Melakukan Perjalanan Sejak Pagi. Setelah Mendapat Informasi Mengenai Pembatalan Penerbangan, Mereka Langsung Mengubah Rute Perjalanan Dan Menuju Pelabuhan Bakauheni. Rahmawati Berharap Perjalanan Menyeberangi Selat Sunda Dapat Berjalan Lancar Sehingga Para Jemaah Bisa Tiba Di Bandara Soekarno-Hatta Tepat Waktu.
Sementara Itu, Berdasarkan Pembaruan Notice To Airmen (NOTAM) Dari Otoritas Penerbangan, Penutupan Operasional Bandara Radin Inten II Diperpanjang Hingga Minggu Sore. Akibat Perpanjangan Penutupan Tersebut, Sedikitnya 22 Penerbangan Dari Dan Menuju Bandara Radin Inten II Dinyatakan Dibatalkan.
Penutupan Bandara Dilakukan Sebagai Langkah Keselamatan Bagi Penumpang Dan Awak Pesawat Menyusul Sebaran Abu Vulkanik Akibat Aktivitas Gunung Anak Krakatau. Para Jemaah Kini Berharap Perjalanan Darat Dan Penyeberangan Dari Bakauheni Menuju Pulau Jawa Berlangsung Tanpa Kendala, Sehingga Mereka Dapat Mengejar Penerbangan Lanjutan Menuju Tanah Suci.










