TVRINews, Lampung
Krisis air bersih mulai melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung akibat sumber air warga mengering di tengah musim kemarau. Kondisi tersebut membuat masyarakat mengandalkan bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung.
BPBD rutin menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Distribusi dilakukan berdasarkan laporan masyarakat dan tingkat kebutuhan di masing-masing lokasi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandar Lampung, Gus Triyansyah, mengatakan pihaknya dapat mengerahkan 12 hingga 15 mobil tangki air setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Setiap Harinya Maksimal Kita Bisa Kirim 12 Mobil Atau Sampai 15 Mobil,” ujar Gus Triyansyah.
Hingga saat ini, distribusi air bersih telah dilakukan di lima kecamatan, yakni Panjang, Sukabumi, Tanjung Karang Pusat, Rajabasa, dan Teluk Betung Timur.
Setiap mobil tangki BPBD mampu membawa sekitar 5.000 liter air. Dengan kapasitas tersebut, distribusi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah yang mengalami kesulitan air paling parah.
Gus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG, kondisi yang berkaitan dengan fenomena El Niño diperkirakan berlangsung hingga Oktober. Karena itu, BPBD tetap menyiagakan personel untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“BPBD Standby 24 Jam Untuk Melayani Kebutuhan Air Bersih Di Kota Bandar Lampung,”jelasnya.
Dalam pelaksanaan distribusi, BPBD sejauh ini belum menemukan kendala berarti. Salah satu kebutuhan utama di lapangan adalah ketersediaan tempat penampungan air di lingkungan masyarakat.
Masyarakat dinilai mulai tanggap dengan menyiapkan tempat penampungan tambahan ketika kapasitas penampungan pribadi tidak mencukupi.
Selain mengandalkan distribusi air bersih, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mencari solusi jangka panjang, terutama di wilayah yang mengalami kekurangan air.
“Terutama Di Wilayah Panjang Dan Sukabumi, Serta Kelurahan Way Laga. Nanti Kita Bersama-Sama Dengan Dinas PU Akan Mencoba Mencari Titik Untuk Pembuatan Sumur Bor,”tandasnya.
Menurutnya, wilayah Way Laga dan Way Gubak menjadi beberapa lokasi yang cukup sering menerima bantuan distribusi air bersih.
BPBD mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar segera melaporkan kondisi tersebut melalui aparat kelurahan maupun BPBD. Laporan masyarakat akan menjadi dasar bagi petugas untuk menindaklanjuti kebutuhan distribusi air di wilayah terdampak.










