TVRINews, Lampung
Warga RT 13 Sawah Lama, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, mengeluhkan dugaan pencemaran residu bahan bakar minyak (BBM) yang mengalir ke saluran drainase hingga area permukiman setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Warga menilai kondisi kali ini lebih parah dibanding kejadian sebelumnya. Bahkan, sejumlah warga mengaku menemukan cairan menyerupai oli yang menempel di tangan saat menyentuh air di saluran drainase.
Salah seorang warga, Mardi Saputra, mengatakan keluhan terkait dugaan pencemaran tersebut sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak RT, kelurahan, hingga PT Kereta Api Indonesia (KAI). Namun, warga menilai belum ada penanganan langsung di lokasi.
“Kami berharap ada pengecekan langsung untuk memastikan sumber pencemaran dan penanganan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang saat hujan deras,”kata Mardi.
Menanggapi keluhan warga, Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menjelaskan bahwa cairan yang mengalir ke permukiman bukan berasal dari kebocoran limbah maupun instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Menurut Azhar, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan endapan residu BBM lama yang berada di area depo lokomotif terbawa aliran air menuju drainase warga.
Ia memastikan fasilitas IPAL di area depo lokomotif dalam kondisi tertutup dan rutin dilakukan pengurasan secara berkala.
Selain itu, PT KAI mengaku telah melakukan sejumlah langkah mitigasi, di antaranya memperkuat sistem drainase serta melakukan pembersihan dan pengurasan di area Depo Tanjungkarang guna mencegah kejadian serupa terulang.
PT KAI juga menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap sistem pengelolaan lingkungan di area depo demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar.










