TVRINews, Lampung
Dua peristiwa yang melibatkan siswa di SMP Negeri 5 Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, menjadi perhatian publik setelah video dugaan perundungan (bullying) viral di media sosial. Selain dugaan perundungan, seorang siswa di sekolah yang sama juga mengalami patah tulang tangan akibat perkelahian dengan teman sebayanya.
Video yang beredar memperlihatkan seorang siswa diduga menjadi korban perundungan di dalam ruang kelas. Dalam rekaman tersebut, korban tampak dipukul dan dibanting oleh siswa lain di hadapan sejumlah teman sekelasnya. Meski demikian, korban dilaporkan tidak mengalami luka serius dan telah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Sementara itu, peristiwa lain terjadi pada 24 Juli 2026. Dua siswa dilaporkan terlibat perkelahian di area kebun karet usai pulang sekolah. Perkelahian yang dipicu saling mengejek itu mengakibatkan salah satu siswa mengalami patah tulang pada bagian tangan sehingga masih menjalani pemulihan dan belum dapat kembali bersekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, Ami Iswandi Ismed Balaw, menjelaskan pihaknya bersama pengawas sekolah telah melakukan pembinaan, koordinasi, dan mediasi terhadap seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, kedua peristiwa tersebut merupakan kasus yang berbeda. Insiden pada 18 Juli merupakan dugaan perundungan di dalam kelas dan tidak menyebabkan korban mengalami patah tulang. Sementara itu, kejadian pada 24 Juli merupakan perkelahian antarsiswa yang mengakibatkan salah satu siswa mengalami patah tangan.
Ia menambahkan, penyelesaian kedua kasus telah ditempuh melalui mediasi dan berakhir dengan kesepakatan damai. Orang tua siswa yang diduga melakukan perundungan juga telah bertanggung jawab kepada korban. Selain itu, Dinas Pendidikan telah memeriksa pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan guru yang saat kejadian diketahui sempat meninggalkan kelas selama beberapa menit.
Di sisi lain, Satuan Reserse Kriminal Polres Tulang Bawang masih melakukan penyelidikan terhadap kedua peristiwa tersebut. Polisi memanggil sejumlah siswa, guru, kepala sekolah, serta perwakilan Dinas Pendidikan untuk dimintai keterangan guna mengungkap kronologi secara menyeluruh.
Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, mengatakan penyelidikan dilakukan untuk memastikan fakta dari kedua kejadian tersebut, terutama kasus yang menyebabkan seorang siswa mengalami patah tulang.
"Kami akan melakukan klarifikasi terhadap beberapa siswa SMP Negeri 5 Dente Teladas, guru, kepala sekolah, dan dinas terkait mengenai dua peristiwa yang terjadi pada 18 dan 24 Juli. Setelah seluruh fakta terkumpul, kami akan menentukan langkah penanganan sesuai prosedur hukum yang berlaku," ujar AKP Apfryyadi, dikutip, Rabu, 29 Juli 2026.
Saat ini, kondisi siswa yang mengalami patah tulang dilaporkan terus membaik meski masih menjalani masa pemulihan. Sementara itu, korban dugaan perundungan telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.









