TVRINews, Lampung
Usia lanjut tidak menghalangi sejumlah perempuan di Bandar Lampung untuk tetap aktif berolahraga. Melalui kegiatan renang dan hidroterapi, mereka berupaya menjaga kebugaran tubuh sekaligus mengisi waktu dengan aktivitas yang menyenangkan.
Kegiatan tersebut dilakukan para anggota Muslimah Swimming Squad (MSS) Chapter Bandar Lampung. Dalam setiap latihan, peserta mengikuti berbagai gerakan di dalam air yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi fisik masing-masing.
Penanggung Jawab MSS Chapter Bandar Lampung, Yulizar Komala, mengatakan sekitar 70 persen anggota komunitas tersebut merupakan kelompok lanjut usia (lansia).
Meski materi latihan renang dan hidroterapi diberikan kepada seluruh anggota, pendampingan terhadap peserta lansia dilakukan dengan perhatian khusus. Penyesuaian terutama diberikan pada intensitas latihan, ritme gerakan, dan kebutuhan pendampingan.
Yulizar menjelaskan, sejumlah peserta memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan persendian, saraf kejepit, hingga riwayat stroke. Karena itu, diperlukan kesabaran dan kehati-hatian selama kegiatan berlangsung.
“Untuk materi, baik renang maupun hidroterapi, semuanya sama. Hanya saja, perlakuan kepada peserta lansia perlu lebih hati-hati dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing,” ujar Yulizar kutip Senin, 2 November 2026.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, MSS juga menyediakan pendampingan gratis dari para relawan. Mereka membantu anggota yang belum bisa berenang, termasuk peserta lansia yang membutuhkan perhatian lebih selama latihan.
Salah seorang peserta, Omi Risma, mengaku merasakan perubahan positif setelah rutin mengikuti latihan di MSS. Sebelumnya, ia telah menjalani terapi air selama sekitar 16 tahun dengan bantuan pelampung, tetapi belum mampu berenang secara mandiri.
Melalui latihan yang diikuti secara rutin, Omi akhirnya bisa berenang. Ia juga merasakan tubuhnya lebih nyaman dan semakin bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa berenang. Badan terasa lebih enak dan kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain itu, saya juga mendapatkan banyak teman, merasa lebih bahagia, dan memiliki semangat untuk menjalani hidup,” ungkap Omi.
Bagi Omi, komunitas tersebut bukan sekadar tempat berolahraga, tetapi juga ruang untuk membangun pertemanan dan mendapatkan dukungan sosial. Terlebih, sejak menjalani kehidupan seorang diri, kehadiran anggota MSS membuatnya memiliki lingkungan untuk berinteraksi.
Ia berharap komunitas tersebut terus berkembang dan menambah jumlah relawan agar seluruh peserta mendapatkan pendampingan yang memadai. Omi juga berharap suatu saat MSS dapat memiliki kolam renang sendiri melalui dukungan berbagai pihak.
Kegiatan renang dan hidroterapi menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik bagi lansia untuk menjaga kebugaran dan mendukung kualitas hidup. Namun, peserta dengan riwayat penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tetap perlu menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan tubuh serta mengikuti anjuran tenaga medis.









