TVRINews, Lampung
Polresta Bandar Lampung mengungkap 33 kasus kejahatan konvensional selama pelaksanaan Operasi Sikat Krakatau 2026. Dalam operasi yang digelar selama 14 hari, polisi mengamankan 34 tersangka dari sejumlah kasus pencurian.
Operasi berlangsung 10 hingga 23 Agustus 2026 dengan menyasar tiga jenis tindak pidana, yakni pencurian dengan kekerasan atau curas, pencurian dengan pemberatan atau curat, serta pencurian kendaraan bermotor atau curanmor.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Herbin Sianipar mengatakan, dari 33 perkara yang diungkap, tiga kasus merupakan curas, 20 kasus curat, dan 11 kasus curanmor.
“Selama pelaksanaan Operasi Sikat Krakatau, kami berhasil mengungkap 33 perkara dengan mengamankan 34 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Herbin.
Polisi juga mengungkap sejumlah modus yang digunakan para pelaku. Dalam kasus curanmor, pelaku antara lain menggunakan kunci letter T untuk merusak kunci kendaraan. Sementara pada kasus curat, pelaku menyasar rumah dan bangunan dengan merusak pagar maupun pintu untuk mengambil barang berharga.
Dari seluruh pengungkapan tersebut, polisi menyita sekitar 60 barang bukti. Barang bukti itu di antaranya delapan unit sepeda motor, satu unit truk roda enam, dua set kunci letter T, satu linggis, serta sejumlah barang lainnya.
Polisi menyebut latar belakang para pelaku beragam. Sebagian mengaku melakukan pencurian karena kebutuhan ekonomi, sementara lainnya menggunakan hasil kejahatan untuk memenuhi kebutuhan membeli narkoba.
Herbin mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi pencurian kendaraan bermotor dan pembobolan rumah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor apabila menjadi korban maupun mengetahui adanya tindak pidana. Laporan yang cepat akan membantu polisi melakukan penanganan di lapangan,” katanya.
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan kepolisian Call Center 110 untuk menyampaikan laporan atau informasi terkait tindak kejahatan. Layanan tersebut diharapkan mempercepat respons kepolisian sekaligus meningkatkan keamanan di wilayah Kota Bandar Lampung.










