TVRINews, Lampung
Kebakaran lahan terjadi puluhan kali di Kota Bandar Lampung sepanjang Agustus 2026. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung mencatat sedikitnya 38 kejadian, dengan total area yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan peningkatan kebakaran lahan cukup terlihat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kondisi kemarau membuat lahan kosong, semak belukar, ilalang, dan vegetasi kering lebih mudah terbakar.
“Agustus ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Kami mencatat ada 38 kejadian kebakaran lahan dalam satu bulan,” ujar Anthoni.
Dari puluhan kejadian tersebut, Kecamatan Telukbetung Timur menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni tujuh kejadian. Kemiling berada di urutan berikutnya dengan enam kejadian. Sementara kebakaran lainnya tersebar di sejumlah kecamatan dengan jumlah kasus yang lebih sedikit.
Area yang terbakar meliputi lahan kosong milik warga hingga kawasan perbukitan yang dipenuhi ilalang dan vegetasi kering. Jika diakumulasi, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare.
“Kalau ditotal dari seluruh kejadian selama Agustus, luas lahan yang terbakar diperkirakan kurang lebih tiga hektare,” jelas Anthoni.
Berdasarkan keterangan warga dan pamong setempat, sebagian besar kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi. Api yang ditinggalkan kemudian merembet ke lahan di sekitarnya yang dalam kondisi kering.
Selain pembakaran sampah, puntung rokok yang dibuang sembarangan juga menjadi salah satu potensi pemicu kebakaran, terutama di kawasan yang dipenuhi semak dan rumput kering.
Mengantisipasi kejadian serupa, Pemerintah Kota Bandar Lampung mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Warga juga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar lahan kering selama musim kemarau.
Anthoni menambahkan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan. Pemkot juga mendorong warga memanfaatkan layanan pengangkutan sampah agar tidak memilih membakar sampah sebagai cara pembuangan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. Di tengah kondisi kemarau, hal kecil bisa dengan cepat memicu kebakaran,” pungkasnya.










