TVRINews, Lampung
Jembatan gantung di Kampung Tanjung Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, yang ambruk dan tidak dapat dilalui selama delapan bulan, kini mulai dibangun kembali melalui Program Jembatan Perintis Garuda.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan jembatan dilakukan oleh Komandan Korem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri.
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat karena menghubungkan wilayah antarkecamatan. Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, jembatan menjadi jalur penting bagi anak-anak menuju sekolah sekaligus mendukung kegiatan ekonomi warga.
Jembatan lama diketahui rusak dan putus sejak delapan bulan lalu. Kondisi itu mengganggu mobilitas warga karena akses utama yang selama ini digunakan tidak lagi dapat dilalui.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat sebagai dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di daerah.
Komandan Korem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki mengatakan, pembangunan jembatan di Way Pengubuan merupakan pelaksanaan tahap ketujuh Program Jembatan Perintis di wilayah Kodam II/Sriwijaya.
Menurut Sumarlin, pada tahap pertama hingga keenam, pembangunan Jembatan Perintis di Provinsi Lampung telah menyelesaikan sekitar 70 titik yang kini telah dimanfaatkan masyarakat.
Sementara pada tahap ketujuh, terdapat 23 titik pembangunan jembatan yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan skala prioritas dan tingkat urgensi kebutuhan masyarakat.
“Yang kita lihat adalah urgensinya, mana titik yang memang sangat dibutuhkan. Jadi semuanya berdasarkan skala prioritas dan hasil musyawarah di masing-masing daerah,” ujar Sumarlin.
Ia menegaskan, pembangunan jembatan tidak hanya bertujuan menghubungkan wilayah secara fisik, tetapi juga membuka kembali akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas penting.
“Kita tidak hanya menghubungkan secara fisik, tetapi juga mewujudkan impian, doa, dan harapan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, baik ekonomi, pendidikan maupun kegiatan interaksi lainnya,” katanya.
Sumarlin berharap pembangunan jembatan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga kembali menopang konektivitas dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di Lampung Tengah.
Sementara itu, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Presiden Prabowo Subianto atas perhatian serta bantuan yang diberikan untuk pembangunan infrastruktur di daerah.
Komang mengatakan, pemerintah daerah sebelumnya telah menyampaikan kondisi jembatan tersebut kepada pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat. Namun, pembangunan belum dapat dilakukan secara cepat karena keterbatasan waktu dan anggaran daerah.
“Kami terus melaporkan kepada Bapak Gubernur dan Pak Presiden sebagai pemimpin kami. Dari usulan kami, dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, apa yang diimpikan masyarakat ini akhirnya bisa terwujud,” ujar Komang.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut putus ketika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sudah ditetapkan sehingga pemerintah daerah memiliki keterbatasan ruang untuk melakukan pembangunan secara langsung.
Menurut Komang, pembangunan jembatan melalui Program Jembatan Perintis Garuda menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat yang selama ini terkendala akses.
“Memang kami mengalami sedikit kendala karena keterbatasan waktu. Jembatan ini putus pada saat APBD murni sudah disahkan. Ini merupakan sebuah hadiah dari Pak Prabowo kepada masyarakat,” katanya.
Dengan dimulainya pembangunan tersebut, masyarakat berharap jembatan dapat segera rampung dan kembali menjadi akses penghubung yang aman bagi warga, khususnya untuk aktivitas pendidikan, ekonomi, dan mobilitas sehari-hari.










