TVRINews, Lampung
Suasana meriah mewarnai Taman Satwa Lembah Hijau, Bandar Lampung, saat Rawana, anak gajah Sumatera jantan, merayakan ulang tahunnya yang keempat bertepatan dengan Hari Gajah Sedunia.
Rawana merupakan gajah pertama yang lahir di Taman Satwa Lembah Hijau. Dalam perayaan tersebut, Rawana mendapat kejutan berupa tumpeng buah yang disiapkan para perawat atau mahout.
Anak gajah tersebut terlihat antusias menyantap berbagai buah yang disuguhkan. Tidak hanya menikmati hidangan, Rawana juga menunjukkan sejumlah kemampuannya di hadapan pengunjung.
Di bawah arahan mahout, Rawana mampu melakukan sekitar 32 peragaan, mulai dari berbaring, mengangkat kaki, hingga menjalani pemeriksaan gigi. Aksi tersebut menarik perhatian dan menghibur para pengunjung.
Komisaris Lembah Hijau Lampung M. Irwan Nasution mengatakan perayaan ulang tahun Rawana tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi terhadap satwa, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai konservasi gajah Sumatera.
“Rawana merupakan gajah pertama yang lahir di Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung. Sebenarnya, kelahirannya terjadi beberapa waktu sebelumnya, namun untuk memperkenalkan dan memperingatinya kepada masyarakat, hari ini ditetapkan sebagai hari ulang tahunnya,” ujar Irwan.
Menurut Irwan, keberhasilan pengembangbiakan gajah di Lembah Hijau kembali ditandai dengan kelahiran gajah betina bernama Ruth sekitar dua bulan lalu. Saat ini, Ruth disebut tumbuh dalam kondisi sehat.
Dengan kelahiran Ruth, populasi gajah di Taman Satwa Lembah Hijau kini mencapai enam individu, terdiri atas tiga jantan dan tiga betina. Sebelumnya, terdapat empat gajah yang terdiri atas dua jantan dan dua betina.
“Dalam kurun waktu sepuluh tahun, Taman Satwa Lembah Hijau telah berhasil menghasilkan dua ekor anak gajah. Kelahiran Rawana dan Ruth menjadi pencapaian penting karena keduanya lahir di Taman Satwa Lembah Hijau,” kata Irwan.
Pengendali Ekosistem Hutan Seksi KSDA Wilayah III Lampung Irhamuddin mengapresiasi upaya Lembaga Konservasi Lembah Hijau dalam menjaga dan meningkatkan populasi gajah Sumatera.
Ia mengatakan, sejak 2016 jumlah gajah di Lembah Hijau bertambah dari empat menjadi enam individu. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan keseriusan lembaga konservasi dalam mendukung pelestarian dan pengembangbiakan gajah Sumatera.
“Kami dari Kementerian Kehutanan melalui Balai KSDA Bengkulu-Lampung, Seksi KSDA Wilayah III, sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Lembaga Konservasi Lembah Hijau,” ujar Irhamuddin.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan terhadap program pengembangbiakan gajah Sumatera di Lembah Hijau agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan populasi dan keberlangsungan konservasi satwa tersebut.
Perayaan ulang tahun Rawana menjadi momentum untuk mengenalkan karakter dan kemampuan gajah Sumatera kepada masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan satwa yang dilindungi dan habitatnya.










