TVRINews, Lampung Timur
Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Kali ini, tiga titik api muncul hampir bersamaan di wilayah Seksi Wilayah III Bratasena yang berada di Kabupaten Lampung Timur dan Tulang Bawang. Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Jumat, 18 September 2026. Hingga Selasa, 22 September 2026, atau memasuki hari kelima, petugas masih berupaya memadamkan api yang terus bergerak di kawasan tersebut.
Kobaran api dilaporkan melahap kawasan yang sebagian besar terdiri atas semak belukar dan pepohonan kering. Kondisi lokasi yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.
Petugas bahkan harus berjalan kaki hingga sekitar delapan jam untuk mencapai titik api. Minimnya sumber air akibat kemarau panjang turut menyulitkan upaya pemadaman. Staf Humas Balai TN Way Kambas, Riri Fitriandi, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan 24 personel setelah kebakaran terdeteksi.
“Kebakaran di bulan September ini mungkin kemarin itu mendekati tanggal 18 September 2026, hari Jumat kemarin. Langsung tim juga meluncurkan 24 personel di dalam kawasan. Hasilnya sangat sulit sekali untuk mencapai ke lokasi ini,” ujar Riri, Selasa, 22 September 2026.
Menurutnya, tim yang dikerahkan bahkan membutuhkan waktu hampir delapan jam untuk mencari akses menuju lokasi kebakaran, tetapi tidak menemukan jalur yang dapat dilalui.
“Bahkan tim kemarin itu nyaris delapan jam perjalanan, tidak menemukan jalur akses untuk menuju ke lokasi kebakaran,” katanya.
Untuk mempercepat proses pemadaman, Balai TN Way Kambas kembali menambah personel. Dua tim tambahan diterjunkan dengan menggunakan jalur berbeda.
“Dari semalam kemarin hingga saat ini masih diupayakan. Hari ini tim menurunkan dua tim lagi. Kita juga melalui jalur laut dan satu lagi jalur sungai,” ujar Riri.
Balai TN Way Kambas hingga Selasa masih belum dapat memastikan luas kawasan yang terbakar. Petugas saat ini masih memprioritaskan upaya pemadaman dan pengendalian api di sejumlah titik.
Sebelumnya, pada akhir Agustus 2026, kawasan TN Way Kambas juga dilanda kebakaran hutan dan lahan secara beruntun. Berdasarkan data Balai TN Way Kambas, total luas lahan yang terbakar saat itu mencapai sekitar 1.714 hektare.
Kasus kebakaran tersebut hingga kini masih dalam tahap penyelidikan kepolisian. Polisi juga belum menetapkan tersangka terkait kebakaran yang diduga dipicu tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab.










